Kolom Ganggas Yusmoro: Kaum Botol, Pikniklah
Aduuuuuh. Jujur, siapa yang tidak gregetan? Apakah lalu harus dijelaskan panjang lebar seperti uraian saudaraku Erizeli Jely Bandaro ? Atau dijelaskan model Mas Teguh Santoso atau Mas Muhammad Zazuli yang saklek tanpa basa basi? Atau diajak ngopi bareng ala Sdr Denny Siregar ? Atau juga dicandai gaya Mas Eko Kuntadhi ?
Tapi semua tidak kulakukan. Percuma. Sia-sia. Kaum botol dijelaskan dengan cara mikir yang waras otaknya tidak "gaduk". Tidak nyambung. Dipikirkannya maunya, Pemerintah ini tiap bulan, bila perlu tiap minggu, sukur-sukur tiap hari ada BLT. Bantuan langsung Tunai. Mau duit hutang atau duit dari setan dan thuyul gondrong, yang penting hidupnya tidak susah meski tidak harus kerja keras. Tidak harus bercucuran keringat.
Bisa "tura turu" alias tidar tidur. Bisa tenang menyembah Tuhan tanpa mikir perut kosong dan berbunyi kruukk, kruuk, kruuuk..
" mbok ya seperti Pak Mantan. Yg memberi subsidi dan BLT.." ujar mereka kemudian.
"Lalu apakah kalian suka jika banyak pembangunan yg mangkrak?" Itu ucapku.
Wooooaaallaahh, pertanyaan saya malah dijawab dengan irama bernada seperti paduan suara.
"Benar-benar Tolpp," jawabku dengan logat orang Sumut sambil mengacungkan ibu jari kanan dan kiri.