Kolom Ganggas Yusmoro: Ketika "musuh" Gak Diopeni Pak
Apakah Pak Dhe tersinggung? Tidak. Malah dengan sangat lugu Pak Dhe menjawab, "Aku Ra popo ."
Tentu, siapapun "musuh" itu kepalanya akan kemut-kemut. Terpaksa harus ditempeli koyo cap kadal.
Woaaaaaallaaaahhh, itu sungut para pembenci kira-kira.
Lalu mereka berangkulan. Namun, ya, tidak seperti Telletubis tentunya.
"Mbok ya kami ini diopeni tow, Pak Jokowi, Pak Jokowiiiiiii ...."