Kolom Joni H. Tarigan: Adil Dari
“Aduh. Maaf, ma,” ucap saya secara spontan.
Saya juga langsung minta maaf ke anak saya, dan menyampaikan bahwa saya tidak sengaja.
“Pa, lain kali hati-hati loh, ya,” jawab anak saya setelah permintaan maaf saya.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada anak saya karena memaafkan ketidaksengajaan saya.
Istri saya dengan muka yang sangat kecewa menasehati anak kami.
Spontan anak saya membela diri dengan mengatakan: “Papa juga tadi pecahin gelas, kok!”
Saya terdiam, dan kemudian mengatakan: “Nak, papa kan sudah minta maaf.”
Anak saya juga kembali membela diri bahwa dia juga sudah meminta maaf.