Kolom M.u. Ginting: Bunuh
Mengejar teroris "sampai ke akar-akarnya," kata presiden.
Soal duit ini Washington Post tulis: "According to estimates by the Rand Corporation , the Islamic State's total revenue rose from a little less than $1 million per month in late 2008 and early 2009 to perhaps $1 million to $3 million per day in 2014. lihat di SINI . Dari majalah Time bilang: "The Islamic State of Iraq and Greater Syria (ISIS) takes in about $80 million a month in revenue , according to a new report by IHS (lihat di SINI ).
Selain tujuan utama duit ini, tujuan lainnya tentu politik. Politiknya apa?
Politiknya ialah mau mencapai 'world hegemony' seperti yang ditegaskan oleh Prof Chossudovsky di atas. Untuk ini, yang utama ialah pakai taktik dan strategi kolonial yang sudah terkenal yaitu 'divide and conquer'. Dalam taktik ini terutama dipakai ialah 'terorisme' (+ kudeta jika mungkin) yang dalam kenyataan sudah mampu memecah belah dimana-mana dibanyak negeri dunia yang kaya SDA, termasuk di Indonesia. Teror 3 juta 1965 di Indonesia adalah salah satu contoh 'dini' dalam sejarah neolib mencapai 'global hegemony' memanfaatkan perpecahan dalam satu nation, dan cari duit berlimpah dari SDA Indonesia seperti perusahaan neolib Freeport Papua yang malah dikuasai selama setengah abad dengan hasil triliunan dolar pasti. Bayangkan dijarah 50 tahun!
Bahkan dalam pidatonya di Brussel kemarin 25/5 sehabis kunjungannya ke Arab Saudi, dan bicara di gedung NATO yang baru dan megah itu, Trump bikin kecewa semua anggota NATO, karena mengulangi kritiknya supaya semua anggota bayar ke NATO jangan hanya jadi beban AS saja. Trump juga menegaskan supaya NATO perangi terorisme sebagai tugas utama, karena musuhnya bukan lagi Soviet seperti pembentukannya dulu. Lebih lengkapnya bisa dibaca di SINI .