Kolom M.u. Ginting: Filipina Dan Indonesia Dalam
Kematian dan pembunuhan sadis yang sering terjadi di Indonesia seperti bunuh anak sendiri, bunuh ibu sendiri dan bahkan makan dagingnya, begal yang main bunuh saja dsb, pada umumnya adalah karena tindakan orang-orang yang sudah mabuk narkoba, yang otaknya sudah rusak, atau sudah bukan manusia lagi, tetapi sudah jadi 'setengah manusia'.
Otaknya sudah 100% tidak normal. Bagi orang-orang 'setengah manusia' ini, tidak ada bedanya, membunuh atau dibunuh atau makan daging ibunya sendiri. Karena itu juga sistem Duterte tidak membedakan pengguna atau pengedar atau bos narkoba. Semua dapat hukuman sama tanpa diskrimansi dan tanpa argumentasi.
Mengenai pembunuhan sadis di Indonesia itu, banyak juga 'ahli' yang mengatakan orang-orang pembunuh ini karena stres hidupnya. Karena juga tiap kali terjadi pembunuhan, para pembunuh ini tidak diperiksa kadar narkobanya. Orang stres kan tidak makan daging anaknya atau ibunya? Atau bagaimana?
Antara 40-50 orang mati tiap hari di Indonesia akibat narkoba, menurut keterangan dari Presiden Jokowi sendiri. Ini artinya dalam sebulan tewas 120-150 orang, dan selama 6 bulan antara 800-900 orang, hampir sama dengan sistem Duterte yang diperkirakan 6000 orang dalam waktu 6 bulan kekuasaannya, atau mendekati 1000 orang tiap bulannya. Di Filipina[/caption]