Kolom M.u. Ginting: Kennedy, Soekarno, Dan Harta
Desain yang 'indah' ini dimaksudkan oleh DiEugenia ialah adanya 2 tingkat penting dalam kudeta itu.
Tingkat Pertama, kudeta semu oleh Untung 30 September yang memang direncanakan akan gagal dan sudah dipersiapkan sejak setahun sebelumnya. Setelah kudeta Untung yang direncanakan akan gagal itu dipentaskan, esoknya 1 Oktober pelaksanaan kudeta tingkat ke dua, kudeta sungguhan, dimana Untung sendiri dan pasukannya ditumpas habis, disusul dengan pembantaian PKI dan membikin Soekarno sebagai tahanan rumah tanpa kekuasaan. Dia dikelilingi militer tak bisa bergerak, putus hubungan kemana-mana, terisolasi, Soekarno sudah dilumpuhkan total .
Soekarno dan pembantaian PKI hanyalah sebagai pengalihan isu menuju duit, duit, duit. Karena duit adalah segala-galanya bagi gerombolan penyerakah duit ini. Money controls and rules human lives . Duit bisa bikin segala-galanya. Pemilik dan penguasa duit serta aliran duit adalah penguasa segala-galanya.
Disebarkan akhir-akhir ini (sejak 2008) bahwa ada persetujuan antara Soekarno dan JFK tahun 1963 di Geneva, seminggu sebelum kematian JFK. Green Hilton Memorial Agreement namanya kesepakatan ini. Persetujuan ini katanya yang memancing pembunuhan atas Kennedy, untuk menutupi emas Soekarno seberat 57.000 ton yang diambil AS. Lihat di SINI . (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });