Kolom M.u. Ginting: Lapor
"Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayat-Nya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop, Blues," kata Dosen Komunikasi FISIP Universitas Indonesia Ade Armando dalam cuitan FB. Lantas diadukan menghina agama. Ini berarti Tuhan tidak membedakan bahasa dan kultur manusia dunia. Tetapi malah diadukan ke polisi.
Para 'pengurus negeri lain' masa lalu yang tadinya banyak kerjanya seperti bikin teror, bikin kudeta negara lain, hit man dsb, sekarang di AS pada nganggur, tetapi berusaha mengacau dalam negeri, demo, fake news, dsb mau menjatuhkan Trump. Apa yang tidak bisa diubah ialah perubahan jaman itu, kontradiksi dunia berubah, menjadi kontradiksi antara kepentingan nasional dan kepentingan global neolib. Gerakan nasional seluruh Eropah, dan sekarang dengan ikutnya negara adi daya AS, sepertinya lebih membesarkan arus perubahannya. Rontaan sekarat dan perlawanan dari old establishment neolib tentu harus ada juga, karena proses dialektika tesis-antitesis-syntesis.