Kolom M.u. Ginting: Pemikiran
Menko Luhut bisa melihat yang baru dalam diri Trump, ketika menuliskan perbandingan Presiden Jokowi dengan presiden terpilih AS Trump, ditulis kemarin di koran Singapura T he Strait Times . P emikiran ini sesuatu yang baru juga bagi orang-orang Indonesia sebagai pemerhati perkembangan AS, negara yang sangat banyak pengaruhnya terhadap perubahan dan perkembangan dunia.
"We need smart trade, not free trade, " kata Trump.
Dia juga akan mendenda fabrik-fabrik AS yang pindah keluar (banyak di China) tetapi produksinya malah dijual di AS. Bebas masuk tanpa pajak pula, atau pajaknya sedikit sekali. Akibatnya ialah, banyak terjadi pengangguran di AS tetapi malah disuruh beli pula barang-barang fabrik yang hijrah itu karena semua umumnya diexport kembali ke AS oleh China. Terakhir kita lihat soal fabrik mobil Ford dan Toyota yang mau pindah ke Mexico cari tenaga buruh murah. Trump bilang, kalau mobil kalian itu masuk lagi ke AS akan dipajaki tinggi. Ford dan Toyota mundur teratur. Ini salah satu taktik Trump dalam implementasi 'smart trade, bukan free trade' dan dalam semangat nasionalisnya 'America First'.