Kolom M.u. Ginting: Pemikiran Ketinggalan Jaman, Tapi Bangga
Belakangan ini, dikirim armada AS ke semenanjung Korea, memata-matai percobaan balistik Korut. The establishment AS berhasil menekan dan menggunakan Trump di Gedung Putih untuk bikin pengintaian percobaan balistik Korut. Sama halnya dengan penekanan atas Trump untuk kirim 59 rudal ke Assad sebagaimana dilansir oleh merdeka com.
Dari segi lain, harus dimengerti juga bahwa orang-orang ketinggalan ini memang sengaja di'pelihara' atau digembosi pula dari luar oleh orang-orang divide and conquer internasional sejak pertengahan abad lalu di Indonesia, tetapi masih tetap giat sampai abad ini. Terlihat juga misalnya dari gerakan makar 212 dan 313 yang berhasil dicegah oleh aparat keamanan dan pemerintahan RI. Walaupun Indonesia punya kegagalan menangkis serangan divide and conquer ini di tahun 1965, teror 3 juta dan penyingkiran Soekarno (makar). Tetapi, kegagalan 1965 kelihatannya bermanfaat juga sekarang (dari segi pengalaman) dalam menangkis berbagai gerakan makar yang digerakkan oleh kekuatan luar ini pada tahun 2016 dan 2017.
"Gerakan pecah belah datang terutama dari AS," kata panglima.
Ini tentu sesuai juga dengan definisi Chossudovsky soal terorisme internasional itu.