Kolom M.u. Ginting: Reaksi Yusril Terhadap Pemisahan Agama Dengan
Yusril menyangkal pengertian Jokowi soal pemisahan agama dari politik. Jokowi melihat dari segi kepraktisan era sekarang supaya agama tidak jadi perdebatan dan di dalam menjalankan politik praktis terutama dalam Pilkada, seperti halnya dalam memilih gubernur dengan contoh kasus Gubernur DKI yang sudah banyak makan 'korban' (karena dikaitkan dengan agama). Pemisahan itu bermaksud supaya menghindari konflik karena agama bermacam-macam. Bahkan dalam agama yang sama sajapun bisa ada perbedaan yang menimbulkan konflik, seperti antara Ketua MUI dengan Wakil Ketua Ahmad Ishomuddin yang berakhir dengan pemecatan Ishomuddin, menyangkut Pilgub DKI.
Dalam agama Islam, sepertinya masih belum selesai perang 'Bintang Bulannya' (Jihad), beda dengan Perang Salib dalam agama Kristen yang sudah lama berakhir. Karena itu, juga neoliberal internasional sangat senang mengadu domba umat beragama Islam untuk memecah belah dan bisa gampang mencapai tujuannya seperti menguasai SDA negeri berkembang seperti Indonesia 1965. Para remaja Karo dari Yayasan CERDAS BANGSA Namorambe) mengunjungi Museum Negeri Provinsi Sumut Medan) untuk lebh mendalami aksa kuno Karo. Selama ini mereka mengikuti kurusus Aksara Karo yang dikelola oleh Sirulo Community Meidation SCM) yang menaungi media online SORA SIRULO dan Sanggar Seni Sirulo.[/caption]
Pidaro Trump ketika pelantikannya:
We will follow two simple rules: Buy American and hire American.