Kolom M.u. Ginting: Roso Vs Money, Sex, And — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom M.u. Ginting: Roso Vs Money, Sex, And

Kolom M.u. Ginting: Roso Vs Money, Sex, And
Festival ini "diwarnai semangat kemerdekaan dan tampilan Budaya Karo yang sangat menarik" demikian diberitakan oleh SORA SIRULO dalam tajuk berita Sirulo TV: BERASTAGI MURAL ART FESTIVAL .

Art (seni) memang erat kaitannya dengan 'semangat' atau feeling. Seni menunjukkan semangat yang tinggi, feeling yang hidup dan bergairah akan pentingnya kemerdekaan .... sampai sekarang!

Di sini, kemerdekaan berexpresi dengan feeling masing-masing peninjau/ penonton atas karya seni mural art Berastagi. Seniman dengan kemerdekaannya berexpresi, dan penonton dengan kmerdekaannya menterjemahkan hasil seni itu dengan konteks kehidupan dan pengalaman yang kaya dari kehidupan si penonton.

Semangat Kemerdekaan dan Tampilan Budaya Karo, mengingatkan kepada 'feeling' orang introvert Karo dan semangat juangnya dalam perang kemerdekaan dengan pahlawan nasionalnya seperti Djamin Ginting, dan juga dalam perang perlawanan yang hampir seperempat abad lamanya, dilancarkan oleh Datuk Badiuzzaman Surbakti bersaudaara dan seluruh keluarganya melawan penjajahan Belanda 1872-1895.

Ketika Ketua PDIP Megawati mengunjungi pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan dengan tema 'Senandung Ibu Pertiwi' di Galeri Nasional , Bu Mega mengexpresikan satu feeling tadi dalam memandang luisan-lukisan wanita di pameran itu. Megawati disambut tarian Karo setiba di Medan belum lama ini.[/caption]

"Ketika kita yang tua-tua ini diajari dari sudut kebudayaan harus punya roso," kata Bu Mega.

"Piye rasamu," itulah pertanyaannya kata Megawati. Jadi perasaan dalam karya seni itu, ditanggapi juga dengan perasaan, atau pengaruhnya atas perasaan yang menonton.

Bu Mega melihat dari sudut 'kita yang tua-tua ini' karena 'roso' yang tersirat dalam karya lama sudah tidak sama lagi dengan 'roso' yang terlukiskan dalam karya seni modern sekarang ini, terlihat dalam gambar-gambar wanita yang dipamerkan dalam pameran lukisan itu.

Dulu gambarnya sesuai dengan sosoknya, sekarang lebih cantik dari aslinya kata Mega. Apakah sudah dipengaruhi oleh budaya modern global yang mengutuamakan dan mengkedepankan money, sex, and power?

Kalau semangat juang ('roso') yang masih bisa terlihat atau terasa dalam mural art Berastagi itu. Itu tandanya bahwa seniman orang-orang introvert Karo itu masih kuat mempertahankan 'roso' asli budaya Karo dalam karya-karyanya. Ini patut dapat apresiasi dari masyarakat Karo modern, yang tetap mempertahankan dan menghargai kultur-budayanya dari serangan budaya global yang pada umumnya punya 3 dasar titik tolak dan tempat berpijaknya yaitu money, sex and power. (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });