Kolom M.u. Ginting: Sikap Tegas
Sikap tegas Alfonso Maranatha Ginting dan teman-teman patut dapat pujian dari seluruh masyarakat Karo. Di sini, jelas terjadi pengaburan identitas dan pelecehan terhadap Suku Karo sebagai salah satu suku utama di Sumut.
Karo adalah suku asli Sumut yang tertua di Sumatra, budayanya sudah berumur 7.400 tahun terbukti dari penemuan arkeologi terakhir di Dataran Tinggi Gayo. DNA fosil tua itu adalah dari Suku Karo dan Suku Gayo. Kalau dibandingkan dengan suku Batak (Toba) yang datang dari jurusan Taiwan baru datang ke Sumatra sekitar 500-700 tahun lalu dari hasil penggalian di daerah Batak Tapanuli oleh arkeologi USU dan arkeolog lain-lainnya.
Ini sudah tidak mungkin dibantah, tetapi tentu saja masih bisa ngeyel atau pura-pura tidak tahu. Itulah yang terjadi di kalangan orang Batak/ Toba dan yang pengaruhnya juga sangat besar bagi yang lain bukan Batak. Sebagai buktinya, admin Carrefour itu betul-betul diyakinkan ‘tidak mengerti’ kalau Karo bukan Batak. Carrefour tidak mengerti kalau dengan tindakannya itu telah menghina, melecehkan dan menghianati NKRI, dengan mengaburkan identitas satu suku bangsa Indonesia yang jadi unsur utama NKRI. NKRI tidak ada kalau tidak ada etnis/ kultur yang banyak ragamnya itu dalam Bhinneka Tunggal Ika. Semua suku dan kulturnya, way of thinkingnya dan daerahnya, itulah NKRI. Carrefour harus belajar lebih banyak soal NKRI supaya tidak bikin kesalahan serius melecehkan NKRI dengan mengaburkan identitas salah satu dari suku bangsanya, di sini karena pengaruh negatif desakan suku lain dalam ethnic competition .