Kolom M.u. Ginting: Teror Truk
Selain tewas, ada juga belasan cedera, termasuk anak-anak, ketika teror truck di Stockholm kemarin . Di TV/ radio Swedia, media the establishment terus menerus memberitakan tanpa hentinya. Semua 'setuju' dan bilang supaya rakyat jangan takut dan jangan mau ditakut-takuti. Tetapi dengan siaran terus menerus, selain membosankan, terasa ada maksud menakut-nakuti publik. Sampai seorang psikolog anak-anak bilang, siaran terus menerus tidak baik bagi anak-anak.
"Mereka malah perlu dialihkan perhatiannya kepada soal lain yang bisa menghibur anak-anak," katanya.
Di Indonesia tentu sangat tidak populer karena teroris model ini tak ada harganya atau tidak dihargai. Tak beda dengan begal biasa, langsung ditembak mati atau dikeroyok rakyat sampai mati. Karena itu fabrik terorisme Chossudovsky tak mungkin disebarkan ke Indonesia. Di Indonesia sudah banyak begal dan sudah ditangani secara efisien dan mantap. Tak ada juga manusia yang takut atau bisa ditakut-takuti seperti di Belgia atau Swedia.
Putin dan Trump ada kesamaan, sama-sama orang nasionalis negeri masing-masing. Kekurangan Putin ialah, dia masih terikat oleh tradisi perang dingin seperti membiayai Assad yang sudah 'obsolete' seperti obsoletnya NATO atau Pakta Warsawa. Dan kekurangan Trump ialah dia suka ceplas-ceplos seperti Ahok walaupun maskudnya bisa dijamin adalah baik. Foto header: news.com.au