Untuk Rasa Kemanusiaan Dan Karo
Oleh: Alfonso Maranatha Ginting (Medan)
Awal kehadiran kami di pinggiran jalan Letjen. Jamin Ginting sekitaran Padangbulan (Medan) telah mendapat sambutan yang kurang baik oleh para "saingan" kami, yaitu pengamen dan pengemis jalanan. Setidaknya itu yang mereka rasakan, walau sejujurnya dalam benak kami rasa itu sedikit pun tak pernah ada terlintas.
“Nyarik sumbangan, dek," jawabku pula.
“Sumbangan untuk apa, bang?" tanyanya lagi penuh curiga.
Jawabku: "Untuk bencana gempa Taneh Karo”
Lalu, dengan suara kesal, mereka berkata: "Ah, abang ini nambahi saingan aja pun.” Dia pun berlalu.