Verifikasi Jangan Ancam Kebebasan
HEVI S. TARIGAN. MEDAN. Verifikasi yang dilakukan oleh Dewan Pers jangan sampai menimbulkan konsekuensi yang justru bisa mengancam kebebasan pers. Misalnya, tak boleh ada pembatasan liputan atau akses bagi pekerja media yang benar-benar melaksanakan tugas jurnalistik meski perusahaannya belum terverifikasi Dewan Pers .
Dia juga menilai pentingnya Dewan Pers merespon desas-desus yang berkembang di masyarakat dan stakeholder pers saat ini yang menyebutkan agar narasumber instansi pemerintah diminta hanya melayani media yang terverifikasi.
Dirinya juga berharap perlu ada perbaikan rumusan soal syarat untuk mendapatan verifikasi Dewan Pers . Pengetatan terhadap syarat-syarat itu memang dimaksudkan untuk memastikan bahwa syarat minimal media untuk bisa beroperasi secara layak, tetap dipenuhi.
Terkait dengan hal tersebut, Dewan Pers menyatakan bahwa rilis tersebut palsu alias hoax yang kemungkinan besar ditujukan untuk menimbulkan kegaduhan di kalangan media dan wartawan seperti yang dilansir dari dewanpers.or.id . Hal senada juga disampaikan Ketua Bidang Verifikasi Perusahaan Pers Dewan Pers, Ratna Komala mengungkapkan Dewan Pers tidak pernah merilis media yang sudah lolos verifikasi.