Aroma Jambu Mente Dari Desa Naku (kecamatan Biboki Feotleu,
Hal ini sudah dilakukan oleh seorang bapak (Leonardus Tareke Anmuni) nun jauh di sana di sebuah desa terpencil yang berada di Kecamatan Biboki Feotleu, Kabupaten TTU. Desa ini berbukit-bukit. Tekstur tanahnya sedikit berbatu kerikil dan dialiri kali-kali kecil yang dijadikan sumber air minum oleh semua warga di desa itu. Air yang menghidupkan tanaman, air yang menyejukkan diri di kala dahaga terasa kering dan haus. Bpk. Leonardus Tareke Anmuni dengan kebun mentenya sebagai latar belakang.[/caption]
Dulu untuk menjual biji mente mereka harus membawanya ke Toko Gajah Mada di Atambua. Tapi, sekarang rupanya orang-orang dari luar desa itu telah mengetahui bahwa di desa terpencil dan berbukit-bukit itu kini telah menghasilakn biji mente. Mereka berbonndong-bondong menggunakan truk untuk membeli mente dari warga Desa Naku. Hasil akhir biji jambu mente yang dipasarkan di Eropah siap dikunyah seperti makanan biji-biji-bijian lainnya ataupun kacang-kacangan.[/caption]
Hasilnya dapat dipanen sampai pada anak cucu. Menanam biji mente tidaklah sulit seperti menanam tanaman niaga lainnya untuk ditunggu lama. Tanaman mente cepat berkembang. Untuk memetiknya tidak harus memanjat tapi buahnya dapat jatuh sendiri. Pohonnya juga tidak terlalu tinggi sehingga dapat dengan mudah dijanggkau buahnya. Wartawan SORA SIRULO (Maria Fatima Anmuni) berdiri di bawah sebuah pohon jambu mente.[/caption]
Bapak ini juga mengharapkan perhatian dari pihak pemerintah agar diberdayakannya tenaga-tenaga terampil untuk mengolah biji mente dan buahny,a dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas. Wartawan SORA SIRULO (kanan) berpose dengan pemuda setempat.[/caption]
Dan, semerbak wangi mente juga kian tersebar ke tempat lain.