Jepang Dan Uni Eropah Teken Kesepakatan Perdagangan Bebas Yang
Muncul di tengah meningkatnya sengketa perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan berbagai mitra dagangnya, kesepakatan resmi tersebut akan memfasilitasi pembentukan salah satu kawasan perdagangan bebas yang terbesar di dunia, menurut laporan Shinsei Corporate Management .
Langkah terakhir yang diambil Washington dalam mengenakan tarif 10% atas impor aluminium dan 25% atas impor baja, merugikan Uni Eropa dan Jepang. Uni Eropa, sebagai pembalasan, mengganjar dengan pengenaan tarif atas barang-barang asal AS seperti bourbon whiskey dan sepeda motor Harley- Davidson . Sementara, Jepang, sebagai perlawanan, mendekati WTO untuk memakai haknya agar bisa menerapkan hal serupa terhadap AS, sikap tak lazim dari Jepang yang mencoba mempertahankan diri melawan sekutu terdekatnya, menurut catatan Shinsei Corporate Management .
"Uni Eropa dan Jepang telah bersepakat dalam penetapan tenggat waktu pada 2019 untuk memberlakukan kesepakatan itu setelah memperoleh persetujuan dari pihak pemerintah masing-masing," jelas Jack Hunter , Senior Partner , Shinsei Corporate Management .
"Perdagangan ekspor-impor antara Jepang dan Uni Eropa mencapai €125 miliar ( $146,4 miliar) pada 2016. Kesepakatan perdagangan bebas ini berpotensi memangkas bea impor senilai €1 miliar setiap tahun," kata analis Shinsei Corporate Management .