Kesehatan Jiwa: Memahami Fenomena Bunuh Diri Dan
• Berbicara tentang keinginan untuk mati atau ingin bunuh diri
• Berbicara tentang perasaan kosong, hampa dan tidak punya alasan untuk hidup
• Berbicara tentang perasaan bersalah dan malu yang sangat berat
• Berbicara tentang perasaan terjebak, tidak memiliki jalan keluar
• Merasa ‘sakit’ yang berkepanjangan dan tidak ada perbaikan, fisik/psikis
• Merasa menjadi beban yang berat bagi orang lain
• Menggunakan minuman keras atau Narkoba dan semakin sering
• Berprilaku cemas dan agitasi
• Menarik diri dari keluarga dan teman teman
• Perubahan pada pola tidur dan pola makan
• Menunjukkan perilaku marah atau keinginan balas dendam
• Melakukan perilaku berisiko seperti menyupir mobil kencang dan ugal ugalan
• Berbicara dan berpikir tentang kematian semakin sering
• Perubahan mood yang ekstrim, dari sangat sedih menjadi sangat tenang dan sangat gembira
• Melepaskan posisi yang penting dalam pekerjaan, berhenti kuliah/ bekerja
• Mengucapkan selamat tinggal pada teman teman dan keluarga
• Menuliskan di media sosial mengenai bunuh diri dan kematian
2. Katakan bahwa dia tidak sendirian, ada banyak yang mau dan bersedia membantu
3. Memberikan respon krisis dengan segera sesuai dengan tingkatan level risiko bunuh diri
6. Pindahkan benda-benda yang berbahaya yang bisa menjadi alat untuk melakukan bunuh diri. Terapi
Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ (Psikiater) RS dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor RS Siloam Bogor