Kolom Ahmad Fauzi: Manifesto Puisi
Yang remang-remang sedang bergentayangan, menebar aura malam dan kegelapan. Siap menggulung cahaya terang yang menjemukan dan membosankan. Langit biru nan cerah kurang gelap, kurang bernafsu, tidak berdarah dan tak menggairahkan. Kesurupan dengan degup jantungnya yang kembang kempis layaknya kuda-kuda yang saling berkejaran susul-menyusul, segera mengambil alih kesadaran yang pecah, retak, penakut, tidak berani berpetualang, menjelajah ceruk-ceruk alam semesta terjauh dan menantang. Kegilaan sedang menjadi semangat zaman, perlu dirayakan dan disambut dengan riang.