Beranda / Kolom Andi Safiah: Keadilan Kolom Andi Safiah: Keadilan Berita terkini Hukum Kasus rizieq shihab Kolom · 17 Juni 2018 Jadi begini, semua orang Indonesia paham bahwa Riziek si raja singa "imaginer" sejak dulu kala punya banyak masalah dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Cuman saja, rakyat biasa macam saya selalu tidak habis pikir mengapa manusia satu ini bisa selalu lolos dari berbagai jeratan hukum. Padahal, jika bicara bukti di mana-mana bisa ditemukan, bahkan jejak digital dewasa ini sulit dihapus apalagi dimanipulasi. Nah, artinya, ada yang salah dalam praktek berhukum dan bernegara kita sec ara menyeluruh. Tidak penting rezim siapa yang sedang berkuasa. Sedikit kembali ke belakang. Riziek pernah ribut terbuka dengan salah satu Presiden Indonesia (Gus Dur). Bahkan Gus Dur tersungkur dari jabatan Presiden salah satunya karena peran Riziek lewat organisasi seksinya bernama FPI. Bisa jadi ini juga yang menjadi alasan mengapa Jokowi tidak bermain terbuka saat berhadapan dengan Riziek. Tapi, ini jelas melemahkan posisi negara di hadapan salah satu warga negaranya yang tidak tunduk dan taat pada aturan hukum. Sementara warga negara lain dipaksa tunduk dan taat. Ahok adalah contoh warga negara yang secara sadar tunduk dan taat pada aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Cuman saja, ternyata contoh ini tidak mempan untuk seorang Riziek. Apa karena dia menyimpan begitu banyak informasi "intelligent" sehingga dia bisa dengan bebas berkeliaran walaupun negara sudah melebelnya sebagai "Buronan"? Singkatnya, jika negara tidak punya sikap tegas terhadap beragam kasus yang melibatkan Riziek, maka tidak perlu kebakaran jenggot jika Jokowi sebagai Presiden mendapat serangan politik dari berbagai penjuru. Karena ini eranya Jokowi, bukan era Gus Dur, atau SBY. Iklan