Beranda / Kolom Andi Safiah: Mengkritik Kolom Andi Safiah: Mengkritik Berita terkini · 6 Agustus 2018 Jokowi sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan Republik Indonesia tentu saja harus, bahkan wajib, dikritik oleh rakyat Indonesia. UUD 45 jelas mengatakan bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat dan salah satu kedaulatan itu adalah "Protest" kepada siapapun yang memegang jabatan di negeri ini, termasuk Presiden. Saya memahami mengapa mereka yang tadinya mendukung Jokowi kemudian berubah haluan menjadi pengkritik nomor satu bagi Jokowi. Bukan Jokowi secara person al, tapi Jokowi sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Di satu sisi kita perlu memberikan apresiasi atas kebijakan Jokowi yang secara "brutal" membangun infrastruktur dari Sabang sampai Merauke. Harga bensin yang tadinya tinggi di wilayah Papua menjadi sama. Bandara hingga pelabuhan untuk kepentingan ekonomi dibangun secara massive, etc. Tapi, di sisi lain, penegakan hukum terlihat begitu lemah di era Jokowi. Lihat saja, seorang buronan negara masih bisa melakukan aktivitas propaganda politik bahkan dalam "persembunyiannya" di suatu negara. Kejadian semacam ini hanya ada di Indonesia dan menjadi paradox ketika itu justru terjadi di zaman Jokowi yang reputasinya dikenal luas di dunia luar. Tapi, di dalam negeri sendiri, Jokowi bisa dengan mudah dipermainkan. Bahkan dilecehkan oleh sekelas buronan. Iklan