Kolom Andi Safiah: Menyeramkan Vs — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Andi Safiah: Menyeramkan Vs

Kolom ·
Golongan kafir yang doyan melahirkan dongeng menyenangkan justru tidak pernah sama sekali menyinggung soal penyiksaan di neraka.

Sejak masih anak-anak, saya sudah membaca dongeng menyeramkan macam neraka dan penghuninya yang disiksa sampai Tuhan bosan dengan sendirinya. Mereka yang disiksa tanpa ampun adalah mereka yang saat di dunia doyan membangkang pada ketetapan dan aturan yang dibuat oleh Tuhan sebagai petunjuk hidup di dunia.

Bagi mereka, yang tunduk dan taat tanpa syarat diiming-imingi hadiah bercinta dengan 72 bidadari di sorga sampai dengkul copot. K alau belum copot, maka agenda bercinta akan terus berlangsung. Itulah nikmat bagi mereka yang beriman.

Sementara bagi mereka yang tidak tunduk dan patuh, maka mulai dari siksa kubur hingga siksa dubur di neraka adalah hadiah terindah dari Tuhan yang menurut kitab petunjuk dunia akhirat adalah Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang. Bagi saya yang pada saat membaca dongeng menyeramkan sejak kecil terus bertanya, bagaimana mungkin Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang bisa sangat kejam dan biadab pada mahluk ciptaannya sendiri?

Sebagai mahluk yang imut-imut, saya hanya geleng kepala tidak percaya. Bagi saya yang imut ini, Tuhan macam itu tidak layak disebut Tuhan. Dia lebih layak disebut begal, jagal bahkan monster. Tuhan macam itu tidak layak dipuja-puji.

Begitu sedikit gambaran dongeng yang menyeramkan, sementara dongeng yang menyenangkan datang dari mereka yang menurut para pemuja Tuhan adalah para penghuni neraka yang kelak akan menjadi permanent resident. Mereka adalah kafir yang dilaknat Allah di dunia maupun di akhirat.