Beranda / Kolom Andi Safiah: Negara Kolom Andi Safiah: Negara 7 Mei 2018 Jadi begini, demi meluruskan salah samsung, eh salah sambung sekaligus salah somad, eh salah lagi. Maka ijinkan saya menulis opini tentang salah sambung yang menyebabkan banyak salah paham di antara anak negeri. Kita mulai dari gagalnya negara melindungi segenap warga negara dan seluruh tumpah darah Indonesia hanya karena salah sambung soal "Imaginary Friends" macam Tuhan. Mengapa negara bisa gagal? Argumen pertama, karena Negara tidak sanggup menjadi wasit yang netral, para penyelenggara negara yang tidak sanggup memisahkan mana wilayah "personal" dan mana wilayah "public" adalah alasan fundamental mengapa negara tidak bisa bertindak sebagai wasit yang netral. Argumen ke dua, kitab suci posisinya lebih tinggi dari kitab konstitusi. Inilah yang kemudian menyebabkan mengapa menggunakan "kopeah putih" lebih percaya diri dari pada menggunakan helm dalam berkendara. Polisi yang bertugas di perempatan jalan cuman bisa bengong menyaksikan fenomena itu, tidak bisa mengambil langkah tegas, karena takut dicap menghina simbol agama. Argumen ke tiga, sebenarnya kalau mau jujur, kita masih belum punya negara, yang ada baru sekelompok manusia yang berkuasa di atas manusia lainnya. Hasilnya, ketika kelompok yang sedang berkuasa dikritik oleh kelompok manusia yang masih mengincar kekuasaan, hasilnya selalu terjun ke wilayah "personal" sehingga pertengkaran antar geng tidak bisa dihindari. Iklan