Beranda / Kolom Asaaro Lahagu: Mulai Terbukti, Jokowi Bubarkan Negara Ala Kolom Asaaro Lahagu: Mulai Terbukti, Jokowi Bubarkan Negara Ala Berita terkini Kolom · 25 Maret 2018 Ucapan heboh Prabowo bahwa Indonesia bubar pada Tahun 2030 akan segera menjadi kenyataan. Bahkan tanda-tanda bubarnya negara itu, terlihat lebih cepat menurut prediksi mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Negara Indonesia ala Prabowo akan bubar di tangan Jokowi sebelum 2030. Negara yang dibubarkan Jokowi itu adalah negara ala Prabowo yang didesain oleh Soeharto. Sebelum era Jokowi, Indonesia terkenal sebagai negara para mafia, negara koruptor, negara makelar, negara calo, negara bandit dan negara para juragan. Tetapi sejak Indonesia dipimpin oleh Jokowi, negara dengan berbagai julukan itu mulai dihancurkan. Mengapa elektabilitas Jokowi tetap tinggi menjelang Pilpres 2019? Karena ia sedang membubarkan negara ala Prabowo yang hanya dimiliki para mafia, para koruptor, para makelar, para bandit dan para konglamerat. Negara macam itu adalah warisan Soeharto yang diteruskan oleh SBY selama 10 tahun. Bersama rakyat yang sudah lama menderita, Jokowi mulai membangun harapan baru di tengah-tengah kegelapan bangsanya. Jokowi sangat gencar membangun infrastruktur di seluruh pelosok Indonesia untuk menghancurkan keterisolasian. Jalan tol, kereta api, tol laut, lapangan terbang, sedang giat-giatnya dibangun. Di Papua, Jokowi mengganyang para mafia yang mengeruk keuntungan penjualan minyak yang mencapai Rp. 60 ribu/ liter. Kini, di Tanah Papua, harga 1 liter bensin sama dengan harga di Jawa. Para mafia minyak di Petral, mafia di PSSI, mafia pangan, serta mafia ikan telah dan sedang dihancurkan oleh Jokowi. KPK terus dikuatkan dan perkasa di atas Pansus DPR. Sementara para koruptor terus diburu lewat KPK, tak terkecuali Ketua DPR Setya Novanto. Para kepala daerah, para ketua partai politik, para pejabat dan pengusaha yang korup, KKN, terus dihancurkan oleh Jokowi. Sementara sistem reformasi pajak terus digalakkan. Sharing kue ekonomi terus digenjot lewat sistem pembelian dan penjualan online. Jutaan sertifikasi tanah dibagikan kepada masyarakat untuk mendapat kepastian hak kepemilikan tanah. Lewat etos "kerja, kerja, kerja," Jokowi sedang menghancurkan kemiskinan, keterbelakangan dan keterisolasian. Jokowi sedang membubarkan negara carut marut dan mulai menata negara baru yang maju pada tahun 2030. Ucapan Prabowo yang menyebar pesimisme dengan teror ketakutan bahwa pada Tahun 2030 Indonesia akan bubar, itu benar adanya. Teror dan ketakutan itu akan berlaku di kalangan para mafia, koruptor, bandit, konglamerat hitam, kelompok radikalis dan seterusnya. Jika Prabowo menjadi Presiden 2019, maka teror yang berlaku untuk para mafia itu akan lenyap. Mengapa? Mari kita berandai-andai jika Prabowo menjadi Presiden 2014 lalu, misalnya, atau jika dia menjadi Presiden pada tahun 2019 mendatang. Jika Prabowo yang menjadi presiden, maka negara mafia, negara koruptor ala Indonesia tidak akan bubar pada Tahun 2030. Negara bandit, negara mafia, negara borjuis akan kembali berjaya. Para mafia, calo, makelar dan para pemburu rente semakin berjaya dan makmur. Mengapa? Lihatlah orang-orang yang bercokol di sekitar Prabowo. Ada Aburizal Bakri dengan masalah Lumpur Lapindonya. Hatta Rajasa yang menghalangi pembangunan kilang di Indonesia selama menjadi menteri. Lalu, ada Zulkifi Hasan, pemberi izin jutaan hektar hutan kepada kelompok tertentu. Ada Muhammad Reza Chalid, Nurdin Halid, Surya Dharma Ali dan seterusnya. Bila ditelisik ke belakang dalam kasus Papa Minta Saham, kita bisa disadarkan oleh percakapan Reza dan Setya Novanto dalam rekaman yang heboh itu. Keduanya akan terbang tinggi dan mulai menikmati investasinya setelah memenangkan Prabowo. Seperti yang diakui dalam rekaman itu, Muhammad Reza mengatakan ia telah menggelontorkan dana sebesar Rp 500 Miliar untuk membiayai kampanye Prabowo. Tak terbayangkan jika Prabowo menang, maka Reza Chalid akan menjadi presiden sesungguhnya di negeri ini. Ia akan menjadi presiden negara mafia yang tidak kelihatan namun sesungguhnya ada. Karena dia membiayai kampanye Prabowo, maka Reza Chalid bersama rekan-rekannya akan secara mudah mengendalikan Prabowo dengan dukungan super. Mereka terus memujanya, mengangkatnya setinggi langit, memperlakukannya seperti raja. Dengan demikian, mereka pun tetap dalam situasi aman. Iklan