Beranda / Kolom Asaaro Lahagu: Sisi Psikologis Arseto, Pemfitnah Keji Kolom Asaaro Lahagu: Sisi Psikologis Arseto, Pemfitnah Keji Berita terkini Hukum Kolom · 29 Maret 2018 Arseto Pariadji, manusia pembual. Tanpa berpikir panjang, ia membabi-buta memfitnah Presiden Jokowi. Selain ia menuduh Jokowi dan pendukungnya menjual surat undangan kawinan anaknya Rp. 25 juta, ia juga memfitnah Presiden Jokowi korupsi. Arseto tanpa berdosa menuduh Jokowi telah kaya sekarang bersama para pendukungnya. Arseto juga melontarkan makian kasar, tak beradab kepada Jokowi. Dan, itu sangat bertolak belakang dengan pendidikannya Master Teologia. Fitnah lain Arseto adalah menuduh kelompok agama tertentu sebagai komunis. Saya mengikuti video fitnahan Arseto yang viral termasuk beberapa video lain saat ia mendatangi kedai kopi, mini market, pernyataan maaf hingga selfinya di samping mayat Probosutedjo. Dari beberapa ucapannya di sosial media, sosok kepripadian Arseto amat mudah ditebak dan dipahami. Arseto adalah pribadi yang meledak-ledak, emosional, grasa-grusu dan bernalar tumpul. Muntahan ucapannya lebih cepat dua kali dari kecepatan otaknya. Ia adalah golongan manusia yang bertindak baru berpikir kemudian. Arseto sejajar dengan Kaisar Nero yang membakar Kota Roma hanya karena ia ingin melihat api yang spektakuler. Mulut Arseto lebih besar dari nalar, badan apalagi namanya. Ia adalah manusia pemberontak yang senang membakar emosi publik sama dengan kaisar Nero. Arseto baru menyadari makna kata yang ia ucapkan jika telah terjadi dampak yang buruk bagi dunia sekitarnya. Jika Arseto seorang prajurit, maka ia dengan gampang disuruh di front depan medan perang. Lalu di sana ia mudah mati konyol karena nalurinya yang meluap-luap. Ia akan menghantam duluan baru menyusun strategi. Iklan