Kolom Bastanta P. Sembiring: Fenomena Djarot Di
Benarkah separah itu terjadi di Sumut?
Ramainya kehadiran Djarot di Pilgubsu kemudian dicoba diimbangi dengan meramaikan isue “tolak calon gubernur import”. Siapa yang dimaksud dengan cagub import itu tentu kita semua tahu. Pihak mana yang memainkan isue “tolok gubernur import” itu, saya memilih tidak menduga-duga. Spanduk dukungan ke pasangan Djarot - Sihar mulai "terkembang" di Dataran Tinggi Karo menandandakan respon sigap dari daerah lumbung suara PDIP dan pencinta Soekarno sedari dulu ini.[/caption]
Ke tiga adalah peningkatan partisipasi warga Sumut dalam pembicaraan tema politik khususnya di medsos yang selama ini hanya didominasi oleh kaum laki-laki dan berusia di atas 25 tahun. Tetapi kini dari usia remaja hingga orangtua pun ikut berpartisipasi dan kini ramai diikuti juga kaum wanitanya. Demi Anak Generasi (DAG) Medan mengawal pasangan Djarot - Sihar mendaftar ke KPUD Sumut di Medan hari ini (Foto: Fredi Lumban Gaol)[/caption]