Beranda / Kolom Boen Safi'i: Kolom Boen Safi'i: Berita terkini Kolom · 24 Maret 2018 Manusia yang basiknya pernah susah hidupnya, akan cenderung nothing to loose dalam menyikapi sebuah kehidupan. Rasa empati dan rasa iba kebanyakan muncul dari orang-orang seperti ini. Apabila diberi sebuah kebahagian, maka mereka pun gak akan kaget bila suatu saat bertemu kembali dengan yang namanya kesusahan. Sedangkan manusia yang basiknya dari kaum borjuis, hedonis dan dari keluarga priyayi, kebanyakan cenderung tidak mempunyai rasa empati dan rasa iba. K arena mereka tidak pernah mengalami kesusahan seperti halnya manusia kebanyakan. Mereka memang terbiasa dilayani daripada melayani. Apabila mereka dipertemukan dengan yang namanya kesusahan, maka mereka pun akan kaget luar biasa dan, dengan "segala cara", mereka ini akan mencoba mengembalikan hegemoni seperti dulu lagi. Sekarang, para keluarga "ningrat" itu muncul kembali. Mereka menganggap Indonesia beserta kekayaannya adalah milik keluarganya. Sehingga, dengan segala cara, mereka mencoba menggulingkan pemerintahan yang sah, yang menghalangi langkah mereka menguasai negeri ini. Perlawanan itu pun dilancarkan. Dari mulai isu Etnis China sampai pemimpin anti agama. Dari PKI sampai Ulama yang dikriminalisasi. Tetapi, Gusti mboten sare, pemimpin ndeso yang bernyali baja itu tidak goyah sejengkalpun. Baginya, pengabdian bagi bangsa dan negaranya adalah segalanya. Iklan