Beranda / Kolom Boen Safi'i: Mati Geni Dan Hari Raya Kolom Boen Safi'i: Mati Geni Dan Hari Raya Acara Hindu · 17 Maret 2018 Dulu mbah buyut pernah cerita: "Le yen pengen ngenal sopo kuwi sejatining Gusti, akeh akehono urep seng nduweni roso prihatin, tirakat lelaku lan iso urep bebrayan marang wong liyan." Sebuah rangkaian kata-kata super yang menjadi pegangan mbah buyutku dan para leluhur Tanah Jawa terdahulu. Darah Kejawen memang sangat kental sekali di dalam kehidupan para leluhur terdahulu. Tentunya Kejawen yang sudah dimasuki jiwa Tauhid oleh para Wali. Hingga salah satu kebiasaan leluhur adalah bertirakat, dan yang paling fenomenal adalah Tirakat Mati Geni. Mati Geni biasa disebut juga dengan memadamkan api ataupun cahaya. Biasa dilakukan di dalam ruangan yang gelap gulita, tanpa adanya cahaya sedikitpun, tanpa makan dan juga minum. Mati Geni juga bisa dimaknai sebagai lelaku mengontrol secara penuh sifat hawa nafsu dan angkara murka, yang ada pada diri manusia. Memang Tirakat Mati Geni tidak diajarkan di dalam Islam, sama halnya Moksa yang hidup ruh jiwanya di dunia, walaupun jasadnya sudah tiada. Bukankah Gusti ALLOH Ta'ala sudah menunjukan kekuasaanNya kepada kita lewat Nabi Khidir As, bahwa moksa itu nyata adanya? Iklan