Beranda / Kolom Boen Safi'i: Nu Itu Ibarat Tiki Taka Yang Kolom Boen Safi'i: Nu Itu Ibarat Tiki Taka Yang Berita terkini · 31 Maret 2018 Kingdom of Saudi Arabia terkenal dengan pemerintahan bersistem monarkhi absolut yang masih berlandaskan Islam puritan konservatif atau bahasa Jermannya itu iseh kolot bin jadul yang berhaluan Wahabi. Meskipun begitu, mereka ini ngintil terus terhadap si Wahyudi Mamarika. Dulu negara ini sangat tertutup dan jauh dari kata moderat. Setiap manusia yang tidak sama dengan prinsip-prinsip "keislamanya" maka akan disebut kafir oleh me reka. Walaupun yang disebut kafir itu adalah seorang muslim sendiri. Dari seorang perempuan yang sangat dibatasi geraknya, sampai penghancuran monumen Islam termasuk makam para sahabat kala itu. Untung saja makam Sang Pencerah Rosululloh SAW tidak jadi dihancurkan oleh mereka. Kenapa tidak jadi? Lagi-lagi andil dari Ulama dan para Kyai di Indonesialah jawabanya. Para Kyai memprotes keras adanya rencana penghacuran makam Nabi SAW yang salah satunya adalah pendiri NU, Mbah Kyai Hasyim Asyari'e. Itulah sekilas gambaran Saudi tempo dulu. Sekarang, negeri mereka sedang berbenah, Reformasi digalakan di segala sektor lewat pewaris tahta Pangeran Mohammed bin Salman. Dari perempuan yang diizinkan menyetir mobil, nonton bola di stadion sampai pembangunan wisata pantai berskala internasional, hal yang dulu masih terlihat tabu. Saudi bisa jadi berfikir, tak selamanya mereka menggunakan migas sebagai pendapatan terbesar negara. Mereka harus berbenah, atau negara mereka mengalami kehancuran dari dalam. Iklan