Kolom Boen Syafi'i: Dialog Imaginer Kyai Said Dengan
Prabowo : Kyai, maaf ya, bila saya ke sini pas ada perhelatan Pilpres saja."
Kyai Said: Ah gak papa, mau Pilpres atau mau kiamat sekalipun, PBNU selalu ada buat siapa saja pak.
Prabowo: Jadi gak papa, nih, Kyai?
Kyai Said: Gak papa, Pak Bowo. Lha, wong kyai itu tempatnya orang bermasalah seperti sampean, lho.
Prabowo: Lho, sampean kok tahu, Kyai? Padahal saya gak nyebut PKS, lho.
Kyai Said: Lhadalah, itu tadi sampean sebut, Pak?
Prabowo: Oh, iya ... iya ... ngapunten Kyai saya keceplosan.
Kyai Said: Gak papa, Pak, ungkapkan saja isi kesedihan itu.
Prabowo: Gak enak, Kyai. Saya cuma mau tanya, kenapa para Kyai NU dan warganya itu jarang marah, ya?
Kyai Said: Itulah hebatnya NU, Pak Bowo, jarang marah ataupun jarang emosian.
Prabowo: Memang bagi warga NU itu gak ada hal yang bisa membuat marah sama sekali, kah?
Kyai Said: Oh tentu ada, tapi tolong jangan bilang siapa-siapa ya? Soalnya ini rahasia.
Prabowo: Siaaaaffff Kyai, saya gak akan bocor lagi, eh ngebocorin ke siapa-siapa, sweer dah.
Prabowo: Ah Kyai Said bisa saja.
Kyai Said: NU kalau gak ada tertawanya bukan NU dan Islam NUsantara, Pak.
Prabowo: Oh, iya pak, saya sudah bosen marah dan nglempar hengpon terus Kya.
Kyai Said: Lho, memang kenapa, Pak?
Prabowo: Soalnya, stok HP yang buat nglempar sudah habis, Kyai.
Kyai Said: Hahaha .... nah enakan kalau hidup itu diisi guyonan, too? Menyehatkan.
Prabowo: Leres Kyai, betul-betu.
Kyai Said: Lhadalah, yo wes gak popo, terserahlah.
Prabowo: Neng Alissa Wahid mungkin mau jadi imam sholat.