Kolom Boen Syafi'i: Gus Wafiq Aja — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Boen Syafi'i: Gus Wafiq Aja

Kementrian agama merekomendasikan 200 nama Ustad Ulama yang layak untuk memberikan ceramah kepada umat. Dari kesekian nama, Gus Ahmad Muwafiq (Gus Wafiq) mantan ajudan Gus Dur tidak masuk di dalamya. Padahal, Gus Wafiq adalah seorang Kyai NU, mumpuni di bidangnya. Seorang yang ahli sejarah Islam dan sejarah peradaban NUsantara.

Bahkan nasab para Kyai sampai kepada Rosululloh Saw pun bisa beliau terangkan dengan gamblang. Ceramahnya penuh kecintaan terhadap bangsanya.

Pertanyaanya, kecewakah warga NU dengan tidak adanya nama Gus Wafiq di 200 list Kemenag tersebut? Marahkah? Proteskah? Ternyata warga NU tidak marah sama sekali. Meskipun sejatinya beliau sangat layak untuk masuk list 200 Dai yang direkomendasikan oleh Kementrian Agama tersebut.

Bagi warga NU, marah dan emosi itu wajib hukumnya untuk dijauhi. Marah dan emosi hanya akan mengurangi ketentraman jiwa, kedamaian hati dan kecerahan dalam berfikir.

Maka, jangan heran jika warga NU itu suka guyon (bercanda) suka tertawa sambil ngudud dan ngopi, bahkan kadang suka tertawa sendiri? Tetapi jangan ditanya jika idiologis bangsa sedang terancam. Biarpun nyawa taruhannya, warga NU pantang mundur sejengkalpun untuk membela bangsanya. Para Kyai sudah mengajarkan, untuk mencintai negeri ini dengan sepenuh jiwa dan raga

Berbeda dengan ngumat sebelah yang tensinya seperti mercon bantingan. Begitu tahu si ngustad tamvan Dul Somad Aliando tidak masuk list, eh rame-rame menghujat Menteri Agama. Ah, jadi manusia kok sensian amad? Padahal Si Amad aja gak sensian dan suka tertawa di pinggir jalan. Lha, wong Si Amad sekarang jadi wong edan.