Beranda / Kolom Boen Syafi'i: Indonesia Porak Poranda Di Tangan Kolom Boen Syafi'i: Indonesia Porak Poranda Di Tangan Berita terkini Kolom Pemilu · 17 Agustus 2018 Mengetahui visi dan misi seorang Capres dan apa yang akan dilakukannya di saat memimpin Indonesia kelak, sebenarnya sangatlah sederhana. Yakni dengan cara mengetahui siapa saja yang berada di dalam gerbongnya. Dan, yang berada di gerbong Prabowo adalah gerombolan yang ingin mengganti sistem demokrasi Pancasila yang ber Bhineka Tunggal Ika dengan sistem otoriter yang berkedok "daulah syariat khilafah" palsu miliknya. Siapakah orang-orang itu? Di sana ada wakil HTI Neno Warisman, Basalamah dan Tungkujul wakil dari wahabi Saudi. Ada si Abu Jibril wakil dari "kaum radikal" dan ada juga kroni Cendana Suharto di sana. Tentunya bila gerombolan intoleran ini berhasil merubah sistem demokrasi Pancasila menjadi monarkhi daulah khilafah, maka ekspresi kebebasan termasuk fesbukan akan diawasi ketat oleh rezim penguasa. Kritik sedikit, maka penjara politik yang menjadi ganjarannya. Belum lagi para perempuan akan kehilangan hak-haknya dengan kewajiban bercadar bagi mereka (tak terbayang sumuk'e koyok opo Cah?). Pulau-pulau dengan mayoritas non Muslim seperti Bali, NTT, Papua dll, dipastikan menolak keras sistem baru negara ini. Maka mereka pun akan melawan dan mencoba memisahkan diri dari Indonesia. Selanjutnya terjadilah perang yang pastinya akan mengorbankan banyak nyawa saudara sebangsa serta hancurnya nilai peradaban sebuah bangsa yang bernama Indonesia. Indonesia porak poranda, karena adanya perlawanan dari saudara non Muslim terhadap rezim penguasa. Belum lagi adanya upaya makar dari rakyatnya sendiri yang tidak puas terhadap "khalifahnya" seperti halnya di Jazirah Arab sana. Lantas, kalau sudah dalam kondisi porak poranda seperti itu, siapa yang diuntungkan? Yang diuntungkan bukanlah saya, anda ataupun semua rakyat Indonesia. Tetapi yang diuntungkan adalah bangsa Barat zionis, yang suka menghisap dan mengeruk kekayaan alam dengan cara membuat kacau negara lainnya. Arab spring sudah terjadi, dan sekarang agenda mereka adalah mensyuriahkan Indonesia. Kalau sistem khilafah diterapkan dan cadar diwajibkan, maka kita tidak akan bisa membedakan mana Yu Waginem dan mana Kang Paidi yang sedang dalam penyamaran. Salam Jemblem.. https://www.facebook.com/agus.santoso.71/videos/1816498458403627/ Iklan