Kolom Boen Syafi'i: Keluarga Teroris Yang — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Boen Syafi'i: Keluarga Teroris Yang

Berita terkini ·
Kolom Boen Syafi'i: Keluarga Teroris Yang
Setelah tercabut ruh dari jasadnya, keluarga teroris yang mengebom gereja di Surabaya itu kebingungan untuk mencari jalan menuju syurga, hingga sang istri pun mengeluh.

Istri: Pakne, mana surganya? Aku cepat-cepat pengen belanja sepuasnya, nih. Suami: Iya, bune, sabar ntar juga nyampai. Istri: Tuh ada malaikat, pakne, coba kita tanya beliau arah jalan ke syurga. Suami: Oh, iya bune. Coba saya tanya jalan ke syurga kepada Si Malaikat. Istri: Yo wes, cepetan samperin. Terlihat Malaikat yang sedang duduk sambil berdzikir kepada Tuhannya.

Suami: Afwan ya Malaikat, apa benar ini jalan menuju syurga? Malaikat: Naam, maa ismuka? Suami: Afwan ya malaikat, saya tidak mengerti bahasa sampean. Malaikat: Lhadalah, biyen awakmu iki sok ngarab pas di dunia? Dikit-dikit afwan, ngantum, ana, akhi, jebule cuma itu doang toh bahasa ngarabmu? Suami: Ho'oh ya Malaikat. Malaikat: Woalah wong Jowo kakehan polah koen iku. Suami: Afwan, eh ngapunten ya Malaikat. Malaikat: Bentar .... bentar, tak lihatnya dulu riwayat hidupmu. Dengan satu telunjuk saja, Malaikat sudah mengetahui riwayat hidup si keluarga teroris ini.

Malaikat: Ah, ternyata kamu yang mengebom di Surabaya itu ya, hmmmm. Suami: Iya.. iya.. betul Malaikat, itu kami sekeluarga, hebaatt ya kami? Malaikat: Kamu, istrimu dan anak laki laki pertamamu jalan ke kiri, arah ke neraka. Sedangkan yang masih kecil-kecil, biarkan di sini dulu bersamaku. Sang suaminya pun protes.

Suami: Lho bukannya kami mati di jalan ALLOH, wahai Malaikat? Malaikat: Ah.. siapa bilang kamu mati di jalan ALLOH?? Suami: Lha terus?? Malaikat: Matinya kalian itu di Jalan Ngagel, Diponegoro dan Arjuna, gitu lho, ini lengkap ada catatannya dan buktinya. Suami: Lhadalah, mati aku! Malaikat: Lha kowe wes modar, dul, lali tah pikun awakmu iku?

Salam Jemblem