Beranda / Kolom Boen Syafi'i: Mahatir Efek Kolom Boen Syafi'i: Mahatir Efek Berita terkini · 12 Mei 2018 Kemenangan oposisi Malaysia yang menjadikan Mahatir Mohammad sebagai Perdana Menteri (kembali), pada usia 92 tahun, disambut riang gembira oleh para kamvret beserta gerombolannya. Kata mereka, kemenangan Mahatir bisa merembet ke Indonesia. Lhadalah, yang Pemilu Malaysia kok yang girang orang Indonesia? KTP mu Kuala Lumpur tah? Ah, apa benar Mahatir efek akan merembet ke negeri ini? Jawabnya bisa iya dan kemungkinan banyak tidaknya. Pertama, Jokowi dan Najib Rajak sang inkumben yang dikalahkan mbah Mahatir jelas beda. Jokowi berasal dari rakyat jelata, mantan kuli panggul di pasar, tukang mebel, dari keluarga sederhana. Najib Razak adalah anak mantan PM Malaysia, elite partai penguasa, glamour, ningrat dan keluarga priyayi. Jokowi tipikal pemimpin yang mencontohkan dengan kerja, bukan hanya suara menyuruh-nyuruh bak mandor pabrik gula. Najib Rajak tentu mana bisa menyamai level Jokowi. Setiap hari saja pake jas rapi dan parlente, mana mau kena lumpur. Terpenting, Jokowi anti korupsi dan gratifikasi. Gitar pemberian metalica langsung dikasihkan ke KPK. Najib Rajak dikabarkan tersangkut kasus korupsi 67 triliyun rupiah. Tetapi dia menyangkal, karena uang ini adalah pemberian keluarga Saudi (Pemberian = gratifikasi). Iklan