Kolom Boen Syafi'i: Mbak Titik Seng Ayu — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Boen Syafi'i: Mbak Titik Seng Ayu

Kolom Boen Syafi'i: Mbak Titik Seng Ayu

Mbak Titik, mantane Prabowo, seng ayu dewe. Saya keget mendengar statement sampean yang menyerang petahana seperti itu, Ibaratnya sampean ini mendulang air terpecik wajah sendiri. Opo sampean tidak ngerumangsani, bahwa Bapak e sampean dulu seperti apa?

32 tahun berkuasa, hasile opo uapik tenan ngono po piye?

Itu pun andai gak ada demo dari rakyat dan mahasiswa, Bapakmu itu gak mau turun dari singgasananya toh? Sudah cukup? Ternyata masih belum.

Untuk melengserkan si diktator Orba, ternyata harus mengorbankan ratusan nyawa yang kini entah di mana jasadnya. Tanyakan mantan suamimu itu. Dia tau tepat di mana lokasi kebiadaban Suharto dan menantunya.

Mbak Titik seng ayu dewe. Kalau Bapakmu dulu jujur, maka surga emas di Papua tidak akan mudah dikuasai USA. Kalau mau jujur, maka rakyat Aceh tidak akan berontak dan operasi DOM tidak pernah ada. Kalau mau jujur, maka pembangunan Indonesia tidak hanya di Pulau Jawa. Kalau mau jujur, pemenang Pemilu tidak akan diketahui sebelum Pemilu tiba. Kalau mau jujur, kasus Marsinah, kasus Priok, kasus Dietje dan beberapa kasus lainnya tidak akan pernah ada.

Masih banyak lagi peristiwa ganjil yang tidak akan terjadi. Bila Bapakmu dulu mau jujur di dalam pemerintahanya. Namun sayang, demi kekuasaan, Bapakmu dulu rela menghalalkan segala cara. Demi kekuasaan, Bapakmu dulu menjadi raja berkedok demokrasi Indonesia. Dan, demi anak anaknya, Bapakmu dulu tega mengkorupsi duit negara.

Mbak Titik seng ayu dewe. Jangankan mengkritik, untuk bersuara sumbang saja, Bapakmu langsung menculik kami dan tega menghilangkan nyawa. Bagaimana bisa 32 tahun si diktator Orba itu bisa dikatakan jujur dalam pemerintahanya?

Ah, Mbak Titik ini bisa bisa saja dalam berkata-kata. Padahal kami sebagai sisa-sisa keganasan dari Bapakmu itu, masih hidup dan masih ada. Kami tidak akan diam, untuk menyuarakan betapa kejam dan sadisnya Bapakmu tercinta.

Camken (Suharto mode on).

Ahsudalah.

Eh Mbak Titik kalau masak nasi goreng, micinnya pasti dibanyakin, ya?

Kok statemetnya begitu.

"Emejing Warbiasyah".

Salam Jemblem..