Kolom Boen Syafi'i : Netral Bukan Pilihan
"Walah, netral wae lah, Brow. Gak usah dukung sana dukung sini. Emang kalau calon yang kamu dukung jadi presiden terus kamu dapat apa?" kata seorang teman ketika itu kepada saya.
Jujur, "dendam" saya terhadap Suharto tidak bisa dihilangkan begitu saja. Saya merasakan sendiri, bagaimana otoriternya Rezim Suharto kala itu. Kasus Marsinah, kasus Priok, kasus Mei 98 dan belum lagi anak Suharto yang hedonis di tengah rakyat yang hanya makan nasi gaplek, membuat saya semakin geram dengan mereka.