Kolom Eko Kuntadhi: Bahasa Cinta Sang
Semua gembira. Semua senang. Tidak ada kepentingan yang diabaikan.
Dalam kultur kita, bahasa seringkali bisa membuat gap. Sering kita lihat ada pejabat ngomong di hadapan rakyat dengan bahasanya sendiri. Pendengarnya malah tidur. Atau sibuk ber-selfie ria. Kenapa? Karena yang disampaikan berbeda dengan apa yang ingin didengar rakyat. Pejabat itu bicara tentang kepentingannya. Sementara rakyat pendengarnya juga punya kepentingan sendiri. Jadinya gak nyambung. Ada gap diantara mereka. Bersama warga Suku Karo pengungsi Gunung Sinabung yang telah direlokasi.[/caption]