Kolom Eko Kuntadhi: Balita Dengan Wajah Gosong — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Eko Kuntadhi: Balita Dengan Wajah Gosong

"Lelaki sejati adalah dia yang mencintai anak-anaknya," nasihat Don Corleone, kepala keluarga mafia dalam film The Goodfather.

Sosok Vito Corleone dimainkan dengan apik oleh Marlon Brando. Wajahnya datar. Bicaranya pelan tapi berat. Pada dialog lain, Vito berpesan pada seorang perias jenazah yang menangani tubuh Santino Corleone anak tertuanya yang mati diberondong peluru anggota geng lawannya.

"Tolong rapihkan tubuhnya. Aku tidak mau ibunya melihatnya dalam kondisi seperti ini," ujarnya pelan.

Ada rasa sakit menelusup dalam ucapannya. Bagi Don Corleone anak adalah pusat kehidupannya.

Film 3 sekuel itu mengisahkan keluarga imigran Italia yang hidup di Amerika yang keras. Sejarah Corleone adalah napak tilas lelaki yang berjuang untuk keluarganya di belantara dunia hitam dan bisnis di AS masa itu. Dia merangkak dari seorang penjahat kecil sampai menjadi Don, dengan koneksi dan kekuasaan yang luar biasa.

Vito Corleone adalah seorang mafia. Tangannya bermuluran darah banyak orang. Tapi, di depan anak-anaknya Vito adalah seorang ayah biasa. Sabar, penyayang dan penuh kasih. Ayah dari 4 orang anak yang harus dihidupi. Di akhir masa hidupnya, dia digambarkan wafat saat bermain dengan cucunya di kebun.

Mario Puzo sang penulis skenario mungkin saja terobsesi dengan sosok ayah seperti Vito Corleone. Lembut, penuh kasih sayang sekaligus pejuang gigi bagi keluarganya. Dia menampilkan dua sisi manusia dalam diri Vito Corleone, seorang Don kepala mafia berdarah dingin dan seorang ayah yang lembut.