Beranda / Kolom Eko Kuntadhi: Berempati Saja Pada Urat Leher Kolom Eko Kuntadhi: Berempati Saja Pada Urat Leher Hukum · 10 Mei 2018 Pernah nonton film G30S/ PKI ala Orde Baru? Katanya di film itu, para jenderal disiksa sebelum dibunuh. Ada yang disayat. Padahal menurut laporan forensik terhadap jenazah para Jenderal, tidak ada bukti penyiksaan sadis. Yang ada mereka ditembak sebelum dikuburkan di satu lubang. Hanya saja, waktu dulu belum ada media sosial yang bisa menelisik semua informasi. Akibatnya kita percaya saja pada informasi tunggal dari pemerintah. Apa reaksi kita? Ribuan orang PKI digelandang tanpa pengadilan. Ratusan ribu lagi mati dibantai. Dan kemarahan kita terhadap PKI tidak juga usai. Kampanye anti PKI digencarkan. Sampai saat ini jika kita bicara PKI yang tergambar adalah kekejamannya akibat doktrin Orba yang dijejalkan terus menerus. Kita disusupi keyakinan bahwa PKI itu mahluk kejam. Padahal, harus diakui, orang-orang komunis juga punya jasa terhadap Kemerdekaan Indonesia. Dua malam ini, Indonesia dibuat tidak tidur, karena aksi para teroris di Mako Brimob. Mereka menyandera 9 polisi. Apa yang mereka lakukan terhadap para sandera itu? Lima orang disiksa dengan bengis. Bagian-bagian tubuhnya disayat seperti menyayat tubuh ikan yang mau digoreng. Hampir semua korban mengalami luka serius di bagian leher. Itu menandakan mereka memperlakukan korban seperti kambing, digorok dengan keji. Ini mirip kebiasaan biadab yang dilakukan ISIS kepada para sanderanya. Ada orang yang rasa kemanusiaan dalam dirinya tidak tersisa sedikitpun. Sehingga bisa melakukan paling biadab yang pernah dilakukan manusia. Iklan