Beranda / Kolom Eko Kuntadhi: Demo Buruh Kolom Eko Kuntadhi: Demo Buruh Kolom · 2 Mei 2018 Demo hari buruh tahun lalu, yang jadi sasaran adalah karangan bunga di Balaikota. Mereka membenci bunga-bunga yang disampaikan rakyat sebagai simpati pada Ahok. Tapi buruh di bawah komando Said Iqbal itu, tidak suka. Entahlah, saya juga baru tahu ternyata ada doktrin gerakan buruh yang wajib memusuhi bunga-bunga. Atau begini. Said Iqbal sendiri adalah Caleg PKS di Pilpres lalu. Jadi buruh-buruh di bawah asuhannya digiring untuk menyuarakan kepentingan PKS. Makanya, mereka membenci karangan bunga di balai kota sebagai simpati rakyat kepada Ahok. Tahun ini, tidak ada bunga yang dimusuhi buruh kelompok Said Iqbal. Demo buruh kali ini dilakukan dengan cara deklarasi dukungan pada Prabowo sebagai Capres. Wajar. Sekali lagi wajar mengingat latar belakang politik Said Iqbal sebagai mantan Caleg PKS. Demo Mayday tahun ini, di tangan Said Iqbal seperti demo anggota Parpol. Nuansa kepentingan Parpolnya sangat kental dibanding isu buruhnya. Sementara aspirasi buruh sebagai kelas pekerja sendiri ketelingsut entah ke mana. Wis, gak apa-apa. Mungkin buruh di bawah asuhan Said Iqbal memang hadir bukan untuk memperjuangkan aspirasi buruh. Tapi memperjuangkan isu Parpol. Salah satunya memperjuangkan Prabowo untuk jadi Presiden. Soal upah, soal aturan kerja, soal isu perburuhan, biarkan itu diperjuangkan kelompok buruh lainnya. Ada juga kelompok buruh yang mendukung Jokowi. Misalnya buruh di bawah Andi Nuawea. Tapi, kemarin mereka tidak menampilkan spanduk dukung mendukung itu. Ada yang seru juga di Bandung. Demo Mayday menyisakan oret-oretan di tembok. Sasarannya adalah tembok Starbuck. Kita gak tahu apa yang diprotes buruh kepada Starbuck. Apakah demo itu sebagai pengejawantahan ceramah Somad yang bilang minum kopi di Starbuck itu haram? Bukan hanya Starbuck, kali ini demo buruh juga menyuarakan kebencian pada World Bank. Corat-coretnya mengarah ke sana. Isu mengenai World Bank ini karena ada rencana pertemuan IMF-WB yang akan digelar bulan Oktober nanti di Nusa Dua Bali. Dalam isu ini, sikap politik Gerindra menolak pemerintah memfasilitasi pertemuan ekonomi dunia itu. Sikap itu sama dengan ekspresi buruh di Bandung. Iklan