Kolom Eko Kuntadhi: Derita Proklamator Dan Hadirnya Seorang
Dia sadar, kekuasaan hanya membolehkannya datang untuk merawat sebisanya.
Setelah dipindahkan dari istana Bogor, Soekarno diasingkan ke Wisma Yaso, Jakarta. Ditempatkan dalam kamar yang sumpek dan bau, dia dibiarkan sendirian. Dijaga dengan ketat seperti layaknya seorang tahanan. Soekarno (paling kiri) menari diiringi musik tradiional Suku Karo saat pengasingan di Berastagi, Kaki Gunungapi Sibayak (Dataran Tinggi Karo). Melilit pundaknya sehelai kain tenun Karo jenis Uis Julu.[/caption]
"Hoe gaat het met jaou ?” jawab Bung Karno, dengan bahasa Belanda --Bagaimana juga kabarmu.