Kolom Eko Kuntadhi: Jokowi Memeluk Korban Gempa, Prabowo Sibuk
"Boleh saya ikut Bapak?" katanya kepada Jokowi.
"Tidak bisa, bapak. Sekolahku sudah hancur."
"Iya, nanti kita perbaiki. Kita bangun lagi sekolahmu. Agar kamu secepatnya bisa sekolah."
Lelaki kurus asal Solo itu, hadir untuk memastikan aparatnya tidak abai pada nasib rakyat. Empati saja tidak cukup. Dibutuhkan kerja yang amat keras untuk mengembalikan keadaan. Semua energi dan biaya dikerahkan.
Di tempat lain. Dalam keadaan yang lain.
Iya. Prabowo tampil membela seorang nenek. Dia ingin rakyat melihat dirinya sebagai pahlawan. Di tengah jeritan korban gempa Palu dan Donggala, Prabowo memilih sibuk membela Ratna Sarumpaet. Sibuk menampar-nampar pemerintahan Jokowi yang harus bertanggungjawab atas wajah Ratna yang berubah.