Kolom Eko Kuntadhi: Mentang-mentang
Saya bergumam, mentang-mentang muslim. Sampai segitunya.
"Gak usah, saya muslim," kata si ibu.
Ah ibu, mentang-mentang muslim.
Penumpang yang ditolak itu mungkin ngerundel dalam hati, "Mentang-mentang muslim."
Caelah, segitunya. Mentang-mentang muslim.
Entah siapa yang mengajarkan masyarakat seperti ini, hingga isi kepalanya pada keseleo begini.
Jika benar demikian, betapa tidak menariknya hidup beragama.