Beranda / Kolom Ganggas Yusmoro: Beragama Kenapa Masih Kolom Ganggas Yusmoro: Beragama Kenapa Masih Berita terkini Hukum Kolom Korupsi · 25 Juli 2018 Jangan terkejut, jangan heran dan jangan bilang "wow ...." bila negara-negara yang dianggap kafir, yang dikatakan salah satu golongan akan masuk neraka, yang paling sangat juahanaaam, keraknya neraka, bahasa Jawanya intipe neroko (wis, pokok e dianggap kafir oleh mereka, paling ciloko tenan), ternyata relatif bersih dari korupsi. Kenapaaaa? Toh mereka tidak menjadikan agama sebagai acuann. Tidak menjadikan agama Way Of life. Bandingkan dengan negeri kita tercinta ini, agama menjadi ikon dalam kehidupan sehari-hari. Mulai kostum hingga ucapan selalu terdengar gamiissss sekali. Bukan itu saja, mulai bangun tidur hingga mau mancal kemul hingga mau "pancal-pancalan di atas kasur". Jika mau jujur, tayangan soal agama ada di setiap Televisi bahkan di tingkat RT/ Rw dengan istilah pengajian. Pertanyaannya, kenapa negara yang orang-orangnya religius ini mau melakukan korupsi? Toh korupsi itu sama dengan maling? Sama dengan ngerampok? Miris, sedih, marah campur aduk ketika hampir tiap hari, hampir tiap KPK selalu dan selalu melakukan penangkapan, kita dibuat emosi. Dibuat naik darah. Lah, kenapa marah? Ya, iya, lah. Lha wong yang dimaling adalah duit rakyat. Rakyat yang susah payah cari duit, yang harus bercucuran keringat mulai pagi hingga petang. Jika kuli bangunan harus beresiko nyawa, yang PKL harus bersusah payah jualan di panas terik matahari, mengumpulkan duit agar bisa mbayar pajak motor satu-satunya. Jika tidak dibayar ntar kena semprit. Iklan