Kolom Ganggas Yusmoro: Bukan Memilih Pemimpin — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Ganggas Yusmoro: Bukan Memilih Pemimpin

Kolom Ganggas Yusmoro: Bukan Memilih Pemimpin

Ketika seorang Shadiq Khan yang muslim terpilih menjadi Wali Kota London, tentu banyak orang terkejut. Sangat terkejut. Bagaimana tidak? Kota London (Inggris) yang tentu saja mayoritas beragama Nasrani telah berani memutuskan seorang muslim untuk menjadikan pemimpin.

Namun, apakah itu sebuah kegilaan bagi masyarakat London?

Tentu saja tidak. Inggris dengan masyarakatnya yang sudah terkenal cerdas tentu mengedepankan rasionalitas. Mengedepan akal waras. Mereka mengedepankan profil dan sosok seorang Shadiq Khan yang tentu saja track recordnya tidak main-main. Yang tentu saja melihat Shadiq Khan dari Visi dan Misi.

"Kenapa Indonesia belum bisa seperti Inggris, Mas? Padahal Islam di London adalah minoritas."

Jangan samakan Inggris dengan masyarakat Indonesia. Secara umum, masyarakat Inggris gak peduli agamanya apa, sukunya apa, bahkan beragama atau bukan itu tidak penting. Terpenting track recor, kinerja, dan prestasi. Bangsa-bangsa yang besar akan selalu mengedepankan hal itu. Ada hal yang menjadi tolak ukur memilih pemimpinnya pada masyarakat yang mengedepankan rasionalitas, yaitu integritas dan Kapabilitas.

Integritas itu apa? Integritas adalah soal karakter dan perilaku etika. Nilai moral serta nilai akhlak yang tentu saja dalam hal universal. Selanjutnya adalah Kapabilitas. Kapabilitas merupakan perpaduan antara motivasi, pengetahuan dan ketrampilan. Di sini tentu orientasinya adalah track record tentang pola pikir serta menganalisa semua aspek untuk kepentingan umum.

"Terus, dengan terpilihnya Anis Sandi yang terpilih karena bukan dari aspek rasionalitas, bagaimana?"