Beranda / Kolom Ganggas Yusmoro: Gusdur Dan Kolom Ganggas Yusmoro: Gusdur Dan Berita terkini · 17 Februari 2018 Imlek atau Tahun Baru China semakin tahun semakin semarak. Semakin menunjukkan eksistensinya dengan menampilkan seni budaya barongsay dan segala pernak pernik Tahun Baru China membuat negeri ini semakin greget. Semakin menunjukkan bahwa budaya telah menyatukan umat manusia. Namun, siapa yang berjasa Tahun Baru Imlek menjadi agenda tahunan sehingga bangsa ini bisa menikmati sensasi barongsay? Yaa, beliau, seorang Gusdur. Seorang Bapak Bangsa yang dengan berani mencabut Inpres nomor 14 tahun 67 yang dikeluarkan oleh Rezim Soeharto. Apakah keberanian seorang Gusdur dengan mencabut Inpres dari Rezim Soeharto lalu tidak menimbulkan kontroversi? Tidak ada yang menantang? Berjalan mulus? Seperti halnya Pak Jokowi yang berani memberangus HTI, yang dianggap salah. Yang dianggap tidak berpihak pada Islam. Saat itu, kebijakan Gusdur yang memberi ruang terhadap Kebudayaan China juga dihujat. Dikritik habis-habisan. Dianggap telah merusak tatanan. Dikhawatirkan Osang Aseng dan PKI akan kembali muncul. Dikawatirkan PKI akan kembali membuat ulah. "Ya, gak ada hubungannya antara seni budaya dengan politik. Barongsai itu kesenian. Imlek itu juga budaya. Yang punya pikiran soal PKI dan Budaya Imlek adalah orang ngawur," itu ucap Gusdur menangkis hujatan. Iklan