Beranda / Kolom Ganggas Yusmoro: Jokowi Sudah Antisipasi Perang Kolom Ganggas Yusmoro: Jokowi Sudah Antisipasi Perang Berita terkini Ekonomi · 7 Juli 2018 "Mas, bagaimana analisa anda soal perang dagang yang terjadi antara Amerika dengan China? Amerika malahan sudah mewarning Indonesia," itu pertanyaan menjelang pertandingan antara Brasil vs Belgia. "Jokowi sudah sejak awal mengantisipasi," jawabku singkat. Semua ya terkejutlah. Lha, wong jawabanku langsung kuarahkan ke Jokowi. Semua mata seakan gak percaya. "Sehebat itukah Jokowi sehingga perang dagang pun sudah diantisipasinya?" Begitu barangkali di pikiran mereka. "Jokowi itu sudah berpengalaman di bidang usaha. Dalam usaha apapun. Bahkan sekecil apapun. Di manapun juga seringkali ada praktek-praktek nakal. Ada monopoli dari pemegang modal besar. Entah itu dalam hal barang jadi atau bahan baku. Jika kalian mau mikir, kenapa Jokowi menggenjot pembangunan infrastruktur dan pembangunan waduk? Bahkan waduk-waduk yang mangkrak sejak jaman Hindia Belanda, waduk Jati Gedhe dan waduk lainnya oleh Jokowi dieksekusi, dibangun dan diselesaikan." "Hubungannya?" Jokowi itu seorang visioner. Beliau sadar bahwa akan terjadi situasi yang seperti ini. Bangsa ini tidak boleh terjadi ketergantungan pangan dengan negara lain. Dan Indonesia sebagai negara agraris, yang selalu mendapat cahaya matahari, kenapa tidak dimaksimalkan untuk kemandirian pangan? Maka beliau berani mengambil sikap dan mengeksekusi semua waduk yang mangkrak harus dibangun. Tentu saja untuk memaksimalkan pertanian di negeri ini. Dan yang sudah terbukti adalah, perlahan-lahan Indonesia sudah mengekspor beberapa hasil pertanian. "Tapi, kenapa banyak orang yang membencinya, ya, Mas?" Itulah dia. Namun, apakah seorang Jokowi berpikir soal tahta yang selalu terancam dan diancam? Tidak sama sekali. Beliau tetap fokus. Fokus membenahi Indonesia yang sudah brengsek ini. Beliau mengajak orang-orang seperti Ibu Susi, Ibu Sri Mulyani, Pak Basuki Hadi Mulyono, Pak Luhut, Pak Jonan, Pak Tito dan yang lain-lain. Terakhir Pak Buwas untuk mengamankan Bulog. Orang-orang yang berkompeten dan mencintai Indonesia, orang-orang yang berani dan bekerja keras agar Indonesia tidak di bawah ketiak negara-negara lain termasuk Amerika ataupun China. Semua mengangguk-angguk . Iklan