Beranda / Kolom Ganggas Yusmoro: Kami Ingin Kolom Ganggas Yusmoro: Kami Ingin Berita terkini · 28 Mei 2018 Ditolaknya ulama picisan yang suka bicara ekstrim, yang suka bicara ngelantur meski tidak lagi mabuk janda di beberapa daerah, juga ada komplain dari beberapa daerah yang tidak ingin kotanya diputar film "Power Of Love". Film ini dianggap tidak mewakili jati diri bangsa, tandanya bangsa ini sudah makin banyak yang sadar. Sadar bahwa kebenaran yang universal, nilai-nilai harmonisasi sebuah bangsa yang plural, yang menjadi satu dalam satu atap yang namanya Pancasila. Negeri ini tidak boleh seperti Suriah atau seperti negara-negara Jazirah Arab lainnya. Yang selalu saling membunuh, yang selalu dirundung kesedihan ketika banyak anggota keluarga menjadi korban. Mayat-mayat bergelimpangan. Darah berceceran hanya karena perbedaan golongan. Hanya karena perbedaan suku, agama dan ras yang dibawa ke ranah politik. Agama apapun tentu mengajarkan rasa kasih kepada setiap manusia. Agama apapun rasanya membuat damai di hati. Membuat rasa tenteram dalam hubungan antar sesama manusia. Jika ada golongan yang merasa eksklusif, merasa yang paling bener, lalu membuat gaduh mengusung keegoisan kebenarannya sendiri, jelas akan merusak dan merobek-robek jalinan kasih kerukunan berbangsa dan bernegara. Iklan