Beranda / Kolom Ganggas Yusmoro: Mengenang Nek Hindun Pendukung Ahok Yang Kolom Ganggas Yusmoro: Mengenang Nek Hindun Pendukung Ahok Yang Berita terkini Kolom Nasional · 27 Juli 2018 Dalam usianya yang renta, Nek Hindun berjalan tertatih masuk kedalam bilik suara Pilkada DKI lalu di putaran pertama. Entah siapa yang menyuruh, pikiran dan hati seorang nenek Hindun sepertinya tahu betul nilai manusia yang utama adalah pada akhlak, perilaku, dan keteladanan sebagai seorang pemimpin. Siapapun itu. Meski dari golongan manapun. Kulitnya berwana coklat, gelap, atau putih. Semua di mata Tuhan sama. Itu barangkali yang diketahui seorang nenek Hindun tentang nilai-nilai manusia bermartabat. Namun, apa lacur, konon juga, Ketua KPPS mengetahui hal itu. Memang tidak dipungkiri, situasi Pilkada DKI telah melukai nilai-nilai demokrasi. Ayat dan mayat menjadi jurus menakutkan dan mengintimidasi warga waras termasuk nenek Hindun. Malang tidak dapat ditolak, tidak beberapa lama setelah Pilkada DKI putaran pertama itu, nenek Hindun yang lahir dan menjalani hidup dalam segala suka dan duka di Betawi, yang tentu saja adalah pribumi asli, dipanggil Yang Maha Kuasa. Di sinilah keberingasan manusia-manusia yang mengaku beragama ternyata tidak lebih dari serigala, gerombolan binatang buas yang tidak mempunyai perikemanusiaan. Nenek Hindun yang beragama Islam konon tidak disholatkan di mushola terdekat karena memang ada spanduk yang berbunyi tidak menyolati siapapun yang mendukung penista agama. Nek, jika saja engkau masih hidup, jika saja engkau melihat keadaan sekarang di tumpah darah dan kampung halamanmu, tentu engkau akan mengurut dada dan prihatin. Barangkali juga engkau akan menangis pilu ketika pemimpin yang terpilih, yang mengaku Pribumi ternyata keturunan Yaman telah menyengsarakan dan berbuat zolim pada warga Betawi. Iklan