Kolom Ganggas Yusmoro: Tidak Ada Kata Terlambat,
"Lalu, dirimu memutuskan tidak datang saat reuni? Bagaimana tanggapanmu soal reuni?"
"Syukurlah jika dirimu menyadari akan hal itu," jawabku kemudian.
"Saya juga minta maaf pada, Mas, saat itu saya betul-betul terlena dengan provokasi bahwa Ahok menista agama. Ternyata sampeyan benar. Ternyata semua hanya omong kosong. Sekali lagi, saya minta maaf ya, Mas." Pak Tani (Lokasi: Wonoasri, Kab. Madiun). Sumber foto: https://cakshon.com/tag/orang-desa/[/caption]
Saya terharu. Ini ungkapan tulus betapa rasa penyesalan itu begitu nyata.